Rabu, 28 April 2010

Tegar

Ku tuntun hidupku
lewat asaku
lewat gundahku
yang berharap temukan bahagiaku
di akhir kisah hiduku

Jalan berliku telah ku jalani
jurang yang terjal telah kudaki
berharap senyum sang mentari
yang akan menemaniku di pagi hari

Ku lukiskan hidupku
pada sebatang pohon yang lapuk
agar kaki dapat berpijak
pada tempat yang telah di tentukan
untukku temukan ke bahagiaan

Dera hidup yg menyiksaku
membuat diri terus memanjatakan puji syukur
meski kadang hati ku terasa hancur
karna tersakiti oleh takdir

Kini ku mengerti arti tegar
yang selalu ku tanam pada jiwa yang sabar
untukku teruskan hidupku
guna beraih surgamu

Karna kutahu
hidup di dunia hanya sementara
karna cuma fana yang ada

Peluk aku shobat

Shobat
teruja diriku mendengar kata itu
teringatku akan suatu peristiwa dulu
dan terbuka kembali memory tempo dulu

Shobat
sejenak ingin ku luapkan
rasa rindu di dalam dada
yang sangat begitu menyiksa
karna lama tak berjumpa

Shobat
peluk aku dalam bahagiamu
peluk aku dalam tangismu
peluk aku dalam dukamu
agar kau merasa damai
agar kau tak merasa sendiri
karna ada aku disisimu

Shobat
dengarkanlah aku
yang seallu memanggil namamu
dalam setiap tidurku
dalam setiap mimpiku
dalam setiap do'aku

Shobat
perjumpaan ini sangat aku nantikan
sangat aku impikan
dan sangat aku dambakan

Shobat
memang sekarang dunia kita berbeda
tak seperti dulu
tapi aku yakin
kau masih mau memelukku
dalam asa dan gundahku
walau ku tahu
kau tak seperti dulu lagi

Shobat
hadirlah disisiku
jangan kau tinggalkanku
jangan kau pergi dariku
hanya kau tempatku mengadu





{kenanganku bersamamu tak kan terlupakan 2000-2002.}

Begitu megah

Ku pandang bukit nan jauh
dari tempat yang terasing
kupandang langit nan indah
dari balik ranting

Oh betapa indahnya
alam beserta isinya

Membuat takjub yang melihatnya
membuat iri yang memandangnya

Dan senja begitu merona
di dampingi sang mentari

Angin pun berbisik lirih
membuat kaki tak ingin cepat beralih
dan membuat hati terkagum kagum
melihat begitu megah ciptaanNYA

Membuat diri terdiam
merenung dan berkata
inilah anugerah terindah di dunia

Parasmu

Terombak hatiku
melihat senyum manismu

Walau sekilas maya
tapi terasa nyata

Bergetar naluriku
saat kau sapa diriku

Diri terdiam tak berkata
waktu kau tanya nama

Oh tuhan
parasnya yang elok
membuatku terperaja
wajahnya yang cantik
membuat bibir kelu tak bs berkata

Parasmu
terpancar sinar keteduhan
terlihat garis kebahagiaan
tergambar aura kelembutan

Betapa bahagia yang bisa memilikimu
yang bisa mendampingimu
dan yang bisa dekat denganmu

Semoga cantik parasmu
cantik pula hatimu
duhai engakau gadis berjilbab ungu